Kamis, 27 Februari 2014

Langkah-langkah Agar Rambut Terhindar Dari Kerusakan


            Bagi beberapa orang, baik laki-laki maupun perempuan, rambut adalah aset yang sangat berharga. Oleh karenanya, tidak sedikit dari mereka yang rela merogoh kocek lebih dalam demi mendapatkan perawatan terbaik.
Namun, Ladies, ternyata perawatan rambut yang berlebihan justru bisa membuat rambut tusak lho. Seperti blow setelah creambath atau perawatan rambut lainnya yang dilakukan berulang kali justru akan membuat rambut lebih rapuh dan mudah patah. Penggunaan bahan kimia dan hairdryer juga bisa membuat rambut bercabang dan merusak kutikula.
Selain hal-hal di atas, ada lagi beberapa penyebab kerusakan rambut seperti yang dijelaskan dr. Fresia Juwitasari Wongkar dari MeetDoctor.com berikut ini.
  • Penggunaan sampo dengan kandungan yang terlalu keras
  • Terlalu sering mencuci rambut
  • Penggunaan obat-obat tertentu
  • Kekurangan gizi
  • Terkena paparan sinar matahari, angin, dan udara kering
  • Penggunaan alat catok dan pengeriting rambut secara berlebihn
  • Zat klorin pada kolam renang
  • Penggunaan pewarna rambut
Namun, Anda tidak perlu takut beberapa kerusakan rambut dapat di cegah dan diobati dengan melakukan beberapa hal berikut ini.

  • Menggunakan serum pelindung panas sebelum rambut Anda kering dan ditata.
  • Hindari mencuci rambut terlalu sering.
  • Hindari terkena paparan sinar matahari secara langsung.
  • Gunakan kondisioner setelah menggunakan sampo. Bila perlu gukanan kondisioner leave in seminggu sekali.
  • Gunakan topi renang saat berada di kolam renang berklorin.
  • Hindari pengeringan rambut dengan menggunakan handuk. Biarkan rambut kering dengan sendirinya dan membiarkan rambut bernafas. Jika ingin mengeringkan rambut dengan handuk, gosoklah rambut dengan perlahan.
  • Gunakan sampo khusus untuk rambut rusak.
  • Perawatan rambut yang tidak terlalu berlebihan justru akan membuat rambut Anda semakin indah dan sehat. Hindari berbagai zat kimia yang akan merusak rambut. Semoga bermanfaat!
 Sumber: MeetDoctor.com

Tidur Tanpa Bra Ternyata Lebih Sehat Lo

 
                 Ladies, tahukan Anda bahwa Anda dianjurkan melepas bra saat tidur? Melepas bra saar tidur ternyata jauh lebih sehat. Berikut ini adalah beberapa manfaat melepas bra saat tidur.

> Aliran darah lancar
   Menurut informasi yang dilansir cewekharustahu.blogspot.com, melepas bra saat tidur akan memperlancar aliran darah yang menuju ke payudara.

> Terbebas dari keringat
   Saat Anda memakai bra ketika tidur, payudara mungkin terasa panas dan berkeringat. Keringat yang tidak terserap dengan baik dapat menyebabkan gatal-gatal pada kulit payudara Anda.
Terhindar dari insomnia
Insomnia salah satunya disebabkan oleh sesak nafas. Saat Anda memakai bra ketika tidur, Anda mungkin tidak dapat bernafas dengan lega karena tali bra yang ketat. Dengan melepasnya, Anda akan jauh lebih nyaman dan terhindar dari sesak nafas.

> Mencegah iritasi kulit
    Keringat pada payudara dapat menyebabkan iritasi. Jika Anda melepas bra saat tidur, payudara Anda dapat bernafas dengan bebas sehingga tidak berkeringat. Iritasi dapat menyebabkan payudara Anda gatal dan kemerah-merahan.

> Mencegah kanker payudara
   Seorang wanita dianjurkan memakai bra tidak lebih dari 12 jam. Sebuah penelitian menemukan bahwa wanita yang mengidap kanker payudara disebabkan oleh pemakaian bra yang terlalu lama.

> Bentuk payudara ideal
 Mitos yang menyebutkan bahwa tidak memakai bra akan membuat payudara kendor itu salah. Justru memakai bra terlau lama akan menyebabkan otot-otot payudara tertarik ke atas secara paksa, sehingga merubah bentuk payudara yang asli, seperti informasi yang dilansir metrotvnews.com. melepas bra saat tidur juga dapat terhindar dari nyeri punggung.

Nah, Ladies! Semoga informasi di atas bermanfaat. ^-^

Berapa Tinggi High Heels Yang Baik Untuk Kesehatan ???


        Wanita tahu kalau high heels bisa membawa efek negatif bagi mereka, tetapi nyatanya tetap dipakai juga. Dengan alasan penampilan dan tuntutan profesi, tampaknya high heels memang tidak akan pernah ditinggalkan wanita.

Apabila memang tuntutan profesi Anda meminta Anda untuk selalu memakai heels, sebaiknya Anda tahu berapa ukuran heels yang memang aman untuk kaki dan kesehatan Anda.
Yahoo Shine mencatat, bahwa lebih dari 90% wanita yang memakai heels mengaku kaki yang lelah, nyeri, serta bengkak setelah memakai high heels. "Penyebabnya tak lain karena high heels memang tidak menunjang postur kaki dengan baik," kata Philip Vasyli, podiatrist dan founder dari Vionic.
Ketika tumit berada lebih tinggi dari kaki bagian depan, umumnya berat badan akan dibebankan pada ujung kaki bagian depan saja. Inilah mengapa kaki jadi nyeri, lelah, kaku, dan rasanya seperti terbakar saat terlalu lama mengenakan high heels.

                                                          Fakta tentang high heels
       Anda harus mengetahui terlebih dahulu, fakta-fakta yang terjadi pada tubuh ketika Anda mengenakan heels.
                                                          Heels terbaik
       Tinggi heels terbaik yang masih bisa ditoleransi oleh kaki adalah 3-5 cm. Pada ketinggian ini, kaki masih merasa nyaman dan nyerinya tidak terlalu membuat Anda kesakitan. Otot-otot kaki juga tidak dipaksa bertahan terlalu lama menahan berat badan.

                                                         Rasa panas pada kaki
      Rasa panas terbakar pada kaki akan  dialami oleh wanita yang berdiri lama dengan mengenakan high heels. Bukan hanya karena bahan sol sepatunya saja, tetapi memang tekanan serta temperatur di dalam sepatu memicu rasa terbakar pada tumit dan kaki.

                                                         Lari dengan heels berbahaya
      Jangankan berlari, sebenarnya berdiri lama dan berjalan dengan mengenakan heels itu cukup berbahaya. Berlari dapat meningkatkan potensi cedera pada kaki, terutama bagian angkle dan lutut yang dapat menyebabkan arthritis.
                                                          25% berat badan dibebankan pada kaki
      Kaki Anda menahan 25% berat badan Anda ketika Anda mengenakan high heels yang tingginya lebih dari 5 cm. Semakin berat badan Anda, beban yang harus Anda tahan semakin besar pula.
Kalaupun memang profesi Anda menuntut Anda selalu mengenakan high heels, setidaknya Anda bisa memilih heels yang lebih pendek, atau menukar heels dengan sandal nyaman ketika jam off atau jam istirahat. Sebisa mungkin kurangi waktu pemakaian high heels untuk mencegah masalah pada kaki Anda

3 Kebasaan Fashion Yang Berdampak Buruk Pada Kesehatan

 

           Banyak orang ingin memiliki penampilan menarik, karena itu mereka melakukan banyak usaha untuk mempercantik dirinya. Usaha yang dilakukan mulai dari memperindah tampilan wajah dan tubuh, hingga memakai pernak-pernik fashion yang update.
Fashion seakan tidak bisa lepas dari kehidupan sehari-hari, khususnya pada wanita. Wanita selalu disibukkan dengan hal yang berkaitan dengan fashion seperti make up, sepatu, tas, dan pakaian. Mereka juga selalu berusaha tampil update dan merasa bangga menggunakan barang-barang branded.
Beberapa orang bahkan setuju dengan pendapat "beauty is pain." Mereka rela bersakit-sakit hanya untuk terlihat lebih cantik dan menarik. Tetapi, Anda mungkin tidak tahu bahaya di balik kebiasaan fashion yang Anda lakukan. Berikut ini beberapa kebiasaan fashion yang dapat berdampak buruk, seperti dilansir womenhealthmag.com.

1. Selalu Memakai Hak Tinggi
     
           Banyak wanita merasa lebih percaya diri saat menggunakan alas kaki dengan hak tinggi. Anda akan terlihat lebih jenjang dan menarik saat menggunakan hak tinggi. Tetapi, menggunakan high heels dalam waktu yang lama akan menimbulkan masalah pada pada kesehatan Anda.
Saat Anda menggunakan hak tinggi atau high heels tulang belakang Anda akan mendapat tekanan lebih berat karena berat badan akan tertumpu pada bagian belakang tubuh. Efek dari pemakaian high heels ini tidak akan langsung terlihat, mungkin berminggu-minggu, berbulan-bulan, atau bertahun-tahun kemudian efek baru bisa dirasakan. Gejala yang dialami bisa berupa kram pada kaki dan sakit pada punggung dan pinggang.

2. Tas Terlalu Berat

            Semakin besar tasnya, semakin banyak yang akan Anda masukkan ke dalamnya. Umumnya tas dibawa pada satu bahu, ini akan mengakibatkan ketidak-seimbangan pada otot bahu dan lengan dan dapat membuat bentuk lengan yang tidak sama, karena salah satu lengan memiliki otot yang lebih berkembang.
Lebih parah dari itu, tas yang berat dapat mengakibatkan sakit pada leher, bahu, dan punggung karena beban yang berlebihan. Solusinya; beri tubuh Anda waktu istirahat dengan tidak selalu membawa tas yang besar dan berat. Pilihlah jenis tas yang ringan dan bawa barang secukupnya.

3. Selalu Ingin lebih Kurus
Tampil kurus telah menjadi idaman sebagian besar wanita. Wanita akan melakukan apapun untuk membuat dirinya terlihat kurus. Berbagai usaha dilakukan dari yang normal dan sehat, sampai yang aneh dan berbahaya bagi kesehatan. Melakukan olahraga dan mengatur pola makan atau diet sudah menjadi hal umum yang dilakukan wanita yang ingin kurus.
Wanita rela membatasi makanannya untuk terlihat kurus seperti model-model yang mereka lihat. Pembatasan makanan yang berlebihan akan memperlambat laju metabolisme Anda. Anda akan menjadi kekurangan energi, mudah lelah, dan sakit jika melakukan pola makan yang salah. Beberapa jenis diet dapat membuat Anda kekurangan gizi sehingga mengganggu fungsi organ-organ tubuh Anda


Jangan Pakai High Heels Sebelum Usia 26 Tahun, BAHAYA !!!


  Lebih baik Anda tidak memakai high heels sebelum usia 26 tahun, demikian saran dari para ahli kesehatan. Berbeda dengan tuntutan fashion yang meminta wanita mulai memakai high heels sejak remaja, para ahli menyebutkan bahwa usia terbaik untuk mulai memakai high heels adalah 26 tahun.
Dilansir oleh Geniusbeauty.com, perdebatan tentang high heels yang berdampak buruk pada kesehatan semakin memanas. Banyak ahli kesehatan tulang dan sendi menyarankan para wanita mengurangi pemakaian high heels. Berdasarkan data dari berbagai penelitian, sudah banyak bukti yang menunjukkan bahwa pemakaian high heels berpotensi merusak sendi kaki, lutut dan pinggul.

        Kapan Usia Terbaik Memakai High Heels?
  Makin banyaknya produk high heels, bahkan untuk anak perempuan meningkatkan kecemasan para ahli kesehatan. Tulang dan sendi anak belum mampu menopang tubuh yang memakai high heels. Tekanan pada lutut, tumit dan pinggul bisa merusak pertumbuhan kaki anak. Sementara itu, risiko yang sama juga bisa terjadi pada remaja dan wanita muda.

Para ilmuwan pada banyak percobaan menemukan kesimpulan bahwa usia terbaik untuk mulai memakai high heels adalah 26 - 28 tahun. Namun hal ini terkadang sulit, karena tuntutan pekerjaan dan keinginan tampil keren membuat wanita mulai di usia yang sangat muda. Perhatikan saat kaki Anda mulai sakit saat memakai high heels, segera lepaskan. Akan lebih baik jika Anda tidak memakai high heels setiap hari.


Cukup 10 Menit Untuk Membentuk Bokong Indah



Bagian mana dari tubuh wanita yang seksi namun jarang di perhatikan? Iya benar, salah satu bagian yang seksi di tubuh wanita adalah pantat. Dan untuk mendapatkan pantat indah nan seksi hanya dibutuhkan waktu 10 menit saja, percaya?
Ok, mungkin Anda belum percaya apabila belum mencoba beberapa trik ini. Namun, apabila dilakukan setiap hari dalam seminggu, maka Anda akan merasakan perbedaannya. Pantat akan lebih kencang dan berisi. Buktikan tantangan kami, caranya...

> Squat jump
Banyak orang benci melakukan squat jump, tetapi percayalah latihan yang satu ini adalah latihan yang terbaik untuk mengencangkan paha serta pantat/bokong. Energi akan digunakan secara maksimal dan terasa tarikan otot-otot pada setiap gerakan yang dipraktekkan.
Bahkan. tarikan otot terasa hingga ke bahu.
Nah, sekarang posisikan diri Anda berjongkok, kemudian melompat setinggi mungkin sampai pada posisi duduk. Lakukan 2 set, dan masing-masing setnya 10 hitungan.

> Lunge
Berdiri dengan dua kaki melebar, kemudian merendah perlahan pada posisi duduk. Hitung hingga hitungan 8 kemudian berdiri.
Lakukan perlahan sehingga otot-otot pada kaki dan paha terasa ditarik dan terbakar. Lakukan 4 set masing-masing 8 hitungan.

> Butt brigde
Berbaring pada lantai kemudian angkat tubuh Anda dengan posisi tangan dan kaki membentuk jembatan. Latihan ini sekaligus akan membuat otot bagian bahu, lengan, kaki, pantat serta perut terasa berkontraksi.
Lakukan 2 set dengan repetisi 25 kali. Rasakan otot yang terbakar dan kalori yang mulai luntur.
Dan dalam 10 menit melakukan tiga gerakan tersebut di atas saja sudah sangat membantu membentuk bokong indah Anda. Jangan keburu berkata mustahil sebelum Anda mencobanya selama seminggu inI.

Cokelat Valentine Dicampur Darah Menstruasi, 'Mantra' Gadis Jepang Agar Cinta Tidak Ditolak


Meski Valentine telah usai, namun beredar berita yang bikin bengong sekaligus bulu kuduk merinding. Di Jepang, beredar tren aneh sekaligus membuat mual, yaitu mencampur cokelat buatan sendiri dengan darah, bahkan memakai darah menstruasi agar cintanya tidak ditolak. Idiih..

Di Jepang, cokelat Valentine yang diberikan untuk pacar atau pemuda yang disuka disebut Honmei Choco (cokelat untuk menyatakan perasaan). Namun tahun ini beredar tren gila 'resep rahasia' pada cokelat Valentine gadis-gadis Jepang. Mereka percaya bahwa jika mencampur darah dalam adonan cokelat buatan sendiri, maka cinta mereka akan diterima, dilansir oleh japancrush.com.

 
Tren yang membuat mual ini beredar di Twitter, ada sekitar 15.000 kali retweet, 200.000 kali view. Bukti bahwa tren mencampur cokelat dengan darah menjadi sisi lain Valentine tahun ini. Darah tersebut bisa dari darah hasil melukai diri sendiri, dan yang lebih bikin geli adalah darah menstruasi.
Situs Naver Matome menuliskan:
[Sad News]A Spell That Says “If You Mix Blood Into Valentine’s Chocolates And Give Them To Your Love, Your Love Will Be Returned” Trends On Twitter
Terjemahan:
[Berita Duka]Mantra yang mengatakan "Jika kamu mencampur darah dalam cokelat valentine dan memberikan pada orang yang kamu suka, cintamu akan berbalas" sedang jadi tren di Twitter.

Dan inilah beberapa kutipan dari gadis-gadis Jepang:
I mix in menstrual blood with my honmei choco every year.
It’s normal for you to mix in your blood and spit in the honmei choco, right?
I always put raw chocolate in my Valentine’s chocolates, but I’m putting in blood as well.
Dan masih banyak lagi pengakuan lainnnya. Tidak bisa dibayangkan bagaimana jadinya jika darah menjadi bahan makanan, hanya karena para gadis percaya bahwa cara itu adalah 'mantra' agar si dia tidak menolak cintanya.

Namun tidak semua gadis Jepang mengikuti tren ini, sebagian merasa bahwa tren ini sangat mengerikan dan bikin mual.
If you mix blood into Valentine’s chocolate then your love will be reciprocated…so scary (-_-;)
It’s too frightening to put your own blood or hair in Valentine’s chocolates…but seems like there are quite a few people who do…they put spit and stuff…DISGUSTING…
Itulah tren aneh gadis Jepang yang cukup mengerikan dan membuat perut mual. Benar atau tidaknya tren ini, jangan ditiru, ladies! Karena darah bukanlah bahan makanan dan sangat mungkin mengandung partikel tidak sehat.